Jumat, 14 November 2014

Drama tentang Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari bersejarah untuk Bangsa Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia. Para tokoh-tokoh penting dan seluruh rakyat Indonesia berkumpul di lapangan IKADA yang telah disetujui sebelumnya. Sebelum itu mereka telah mempersiapkan upacara proklamasi kemerdekaan dikediaman Ir. Soekarno di jalan pegangsaan timur no.56 Jakarta. Pasukan PETA melakukan penjagaan diluar rumah Ir.Soekarno untuk menghindari serangan dari pasukan Jepang.

Hatta                    : “Apakah semuanya sudah siap?”
Ketua PETA       : “Siap!”
Ir.Soekarno         : “ Bagaimana dengan keamanan?”
Ketua PETA       : “Semua jalan masuk ke lapangan sudah dijaga ketat dari serangan pasukan Jepang.”
Ir.Soekarno         :“Trimakasih atas kerjasama dan dukungan saudara-saudara semua. Teks proklamasi akan segera saya bacakan. Bagaimana untuk bendera merah putih?”
Ibu Fatmawati    : “Sudah siap pak.”
Hatta                    : “Trimakasih untuk semua yang hadir disini.”

        Upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan pada pukul 10.00 WIB. Tokoh-tokoh yang menghadiri adalah Laturharhary, Fatmawati, Sukarni, dr.Syamsi, S.K.Trimurti, A.G.Pringgodigdo, dan Suyono. Sebelum teks proklamasi dibacakan, Ir.Soekarno menyampaikan pidato singkatnya.





PROKLAMASI
        “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.
Jakarta,hari 17 boelan 8 tahun ‘45
Atas nama bangsa Indonesia
        Soekarno-Hatta
  Usai pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Ir.Soekarno yang didampingi oleh Drs.Moh.Hatta acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih oleh Suhud dan Latief Hendraningrat diiringi lagu Indonesia Raya ciptaan WR.Supratman. setelah pengibaran bendera merah putih usai, dilanjutkan sambutan dari walikota Suwiryo dan wakil walikota dr.Moewardi. Dan peristiwa tersebut diabadikan oleh seorang fotografer Frans Mendoer. Para pemuda secara aktif menyebarluaskan berita tersebut seperti menyampaikan berita dari mulut ke mulut, media massa dan banyak pembuatan pamphlet yang mengumandangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Pemuda  1 : “Negara kita sudah merdeka. Kita bebas dari Jepang. Merdeka!”
         Pemuda 2    : “Merdeka. Sekali merdeka tetap merdeka!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar yang baik ya