Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2015

Manfaat Hutan bagi Manusia

Inilah  manfaat hutan bagi umat manusia, seperti :
1. Hutan sebagai penyerap dan penyimpan karbon
Pohon dapat menyerap CO2 (Karbondioksida) serta mengubahnya menjadi kayu. Karbon yang terserap ini akan tetap terikat selama ratusan bahkan hingga ribuan tahun. Inilah bagian penting fungsi hutan dari sistem iklim bumi. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa pohon yang tumbuh subur  akan menjadi penyerap Karbondioksida dari permukaan atmosfir bumi serta menyimpannya di dalam daun, akar, dan tanah hutan.
2. Hutan menjadi gantungan hidup
Ribuan bahkan jutaan orang di seantero dunia hidup secara aktif di hutan. Hutan menjadi sumber penghidupan mereka yang menjadikan hutan sebagai lahan mata pencaharian mereka. Inilah beberapa contoh penggunaan hutan sebagai sumber mata pencaharian : Kayu kayu diubah dan diolah menjadi aneka model furniture untuk kepuasan manusia. Hutan juga merupakan berbagai sumber kehidupan. Kayu pinus yang diubah menjadi batang korek api. Berbagai flora hidup di hutan sebagai habitat asli mereka, yang sangat berperan dalam ekosistem manusia. Lebih dari 11 juta orang yang dipekerjakan dan bekerja dalam pengelolaan dan konversi hutan di seluruh jagad ini.
3. Memenuhi kebutuhan manusia
Berbagai hasil hutan digunakan sebagai bahan baku aneka produk kebutuhan manusia. Dari yang berhubungan secara langsung dengan kayu ( aneka model mebel , aneka kerajinan rotan dan kerajinan akar kayu, dll  ) hingga semua kebutuhan yang tak langsung berhubungan dengan kayu ( hasil madu lebah hutan, obat obatan yang berasal dari aneka daun daun herbal, makanan,dll )
4. Menjadi habitat alami untuk burung, serangga, hingga mamalia
Hutan secara langsung menjadi  rumah bagi hampir separo  spesies flora di antero dunia . Ditambah dengan aneka macam kekayaan hayati, maka makin lengkaplah fungsi hutan khususnya di daerah tropis sebagai pemilik hayati terkaya di dunia. Berbagai serangga dan cacing memiliki fungsi membantu siklus nutrisi tanah. Namun sungguh disayangkan kepunahan beberapa spesies langka mulai terjadi di berbagai belahan bumi ini. Sebutlah beberapa contoh hewan yang sudah hampir punah seperti gorila, orang utan, panda, harimau benggala, dll.
5. Pencegah Banjir
Hutan yang berada di dataran tinggi akan berfungsi sebagai daerah resapan air yang paling besar sekaligus sebagai pencegah terjadinya tanah longsor . Hutan di atasnya akan berfungsi sebagai penahan tanah agar tak mudah tergerus air. Sedang fungsi hutan di dataran rendah akan berfungsi sebagai penghambat air sehingga dapat mencegah banjir . Dapat mencegah terjadinya kerusakan tanah, bangunan dan properti. Hutan di dataran rendah juga dapat menjadi habitat yang sangat alami untuk aneka satwa liar.
6. Sumber Oksigen
Pohon dan tumbuhan merupakan penghasil oksigen, hutan merupakan sumber paling besar oksigen dan berperan penting menjaga stok oksigen di seluruh bumi.
7. Sumber cadangan air
Hutan melalui berbagai jenis pepohonan merupakan salah satu sumber cadangan yang melakukan peresapan air yang sangat besar. Tidak heran bahwa jika cadangan air sangat besar terdapat di dalam hutan.
8. Mencegah erosi dan tanah longsor
Hutan berfungsi untuk mencegah erosi dan tanah longsor, akar tumbuhan dan pohon yang terdapat dalam hutan merupakan bahan alami untuk mencegah longsor yang akan terjadi di berbagai daerah.
9. Tempat Wisata
Tidak sedikit yang memanfaatkan hutan sebagai tempat wisata edukasi atau masyarakat yang sangat bernilai tinggi. Hutan dapat dijadikan tempat wisata yang menyenangkan jika dikelola dengan baik.
10. Tempat riset & studi biologi
Di dalam hutan terdapat berbagai jenis satwa yang dapat dijadikan berbagai studi riset dan untuk keperluan studi lainnya. Hutan salah satu sumber studi yang sangat diminati oleh berbagai pakar ekosistem.
11. Mengatur Iklim
Iklim di bumi merupakan salah satunya dipengaruhi oleh fungsi hutan yang baik. Jika ada banyak hutan di suatu negara, dipastikan bahwa udara dalam negara tersebut sangat sejuk dan membawa iklim yang segar.
12. Sarana olahraga
Ada banyak jenis olahraga yang memanfaatkan hutan seperti hiking, berkemah, dan bersepeda. Tidak jarang pula berbagai jenis olahraga tersebut memanfaatkan hutan sebagai acara resmi.

Jumat, 14 November 2014

Kontribusi peternakan dalam pemanasan global

Dengan semakin pesatnya laju pertumbuhan penduduk dunia serta semakin majunya peradaban manusia akan berimbas kepada meningkatnya aktifitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tanpa kita sadari aktifitas kita sedikit banyak telah mengganggu keseimbangan yang ada di bumi ini yang berimbas kepada penumpukan suatu unsure gas yang menyebabkan efek pemanasan global atau yang biasa kita dengar dengan global warming. Global warming belakangan ini telah menjadi perhatian serius para pemimpin dunia, karena efek global warming yang menyebabkan perubahan signifikan terhadap iklim dunia. Perubahan tersebut terkait dengan penumpukan emisi gas gas penyebab rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global atau global warming yaitu karbondioksida, metan, sulfur heksa flourida, nitrous oxide, HFC dan PFC. Seperti yang disimpulkan oleh Panel Antar pemerintah atau yang biasa disebut International Panel on Climate Change (IPCC) yang berada di bawah naungan perserikatan bangsa bangsa (PBB) tentang perubahan iklim terungkap bahwa 90% aktifitas manusia selama 250 tahun terakhir yang menyebabkan pemanasan global. Aktifitas manusia yang menyebabkan efek pemanasan global diantaranya adalah pembabatan hutan , penggunaan bahan bakar fosil, industri peternakan, yang menyebabkan gas rumah kaca di atmosfir bumi meningkat pesat. Gas rumah kaca ini lah yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas rumah kaca ini akan membuat selubung atau pelindung pada atmosfir bumi yang menyebabkan panas yang di keluarkan dari dalam bumi terhalang oleh selubung gas tersebut sehingga panas yang seharusnya dapat di keluarkan ke luar atmosfir bumi kembali di pantulkan ke dalam bumi.
Pemanasan global menjadi masalah yang sangat serius belakangan ini dan sektor peternakan merupakan salah satu penyebab utama dari efek pemanasan global. Seperti dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul “Livestock’s long shadow: Environmental issues and option” (di rilis pada November 2006). Peternakan menyumbang paling besar gas rumah kaca kurang lebih sebesar 18%, angka ini melibihi besar gas rumah kaca yang di hasilkan oleh gabungan transportasi di seluruh dunia sebesar 13%. Selain itu peternakan juga melepaskan sebesar 9% karbon dioksida dan 37% gas metana. Selain itu limbah kotoran yang di hasilkan peternakan menyumbang 65% nitrooksida dan 64% ammonia yang menyebabkan hujan asam.

Hubungan Daging Dengan Global warming

Sepotong daging yang dikonsumsi oleh masyarakat berasal dari peternakan. Dan kebanyakan, peternakan merupakan sumber masalah dari Global Warming, karena :
  1. Memelihara hewan ternak membutuhkan, energi listrik, lampu, penghangat ruangan, mesin pemotong, mesin pendingin untuk menyimpan daging (digunakan oleh para distributor daging, restoran, pengecer, pasar dll), dan peralatan elektronik semua itu sangat boros energi.
  2. Transportasi yang digunakan untuk mengangkut hewan ternak, makanan ternak, sampai dengan elemen pendukungnya (seperti obat-obatan) menghasilkan emisi karbon yang signifikan.
  3. Peternakan menyedot banyak sumber daya alam, mulai pakan ternak, obat-obatan, hormon untuk mempercepat pertumbuhan. (mengapa tidak kita sendiri yang langsung mengkonsumsi daun/sayur-sayuran/buah-buahan yang hewan ternak makan, mengapa kita menjadi konsumen terakhir?)
  4. Peternakan membutuhkan lahan yang tidak sedikit, oleh karena itu banyak hutan ditebang untuk membuka lahan peternakan. Hal ini diperparah dengan perusakan hutan untuk menanam pakan ternak seperti gandum, rumput dll. Padahal akan lebih effisien jika tanaman tersebut diberikan langsung pada manusia.
  5. Hewan ternak seperti sapi adalah polutan metana yang signifikan, karena sapi melepaskan metana dari dalam perutnya selama proses mencerna makanan. Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2, ini merupakan polutan gas rumah kaca yang signifikan.
  6. Limbah berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida) yang berbahaya 300kali lipat dibandingkan CO2. Di Amerika Serikat saja, hewan ternak menghasilkan tidak kurang lebih 39,5 ton kotoran perdetik!!!! Bayangkan berapa banyak jumlah tersebut diseluruh dunia. Jumlah yang luar biasa besar membuat sebagaian kotoran tidak dapat diproses lebih lanjut menjadi pupuk, atau hal-hal berguna lainnya, akhirnya yang dilakukan oleh pelaku industri peternakan modern membuangnya kesungai atau tempat lainnya yang akhirnya meracuni tanah dan sumber air.Lakukanlah sesuatu, jadilah vegetarian, lakukan penghijauan dan selamatkan bumi.


Senin, 10 November 2014

9 BUKTI & FAKTA PENYEBAB GLOBAL WARMING YANG BERKAITAN DENGAN PETERNAKAN


  1. 18% Produksi ternak bertanggung jawab terhadap emisi GHG global dari seluruh akitivitas manusia. (Laporan FAO 2006: Livestock Long Shadow)
  2. 70% tanah dari pembukaan hutan di Amerika Selatan digunakan untuk produksi ternak
    (http://afp. google.com/ article/ALeqM5i3 amXGwXSFd3n2DiXV X62yZa0MRw)
  3. 36,5 kg CO2 Sumbangan gas rumah kaca penyebab pemanasan global oleh 1kg daging, setara dengan mobil eropa yang berjalan sejauh 250 km, atau energi fosil untuk menyalakan lampu 100 watt selama 20 hari. (Animal Science Journal, DOI: 10.1111/1740- 929.2007. 00457.x.)
  4. 30 juta km2 Lahan penggembalaan ternak. (Pangan dan Uang demi Kesehatan Bangsa”, National Geographic Indonesia, edisi khusus: Detak Bumi, h.38)
  5. 77 juta ton Protein nabati yang dapat dimakan manusia tetapi diberikan ke ternak. Sebaliknya, ternak hanya memberi 58 juta ton protein untuk manusia. (Henning Steinfield, dkk., h.294)
  6. 2,4 triliun ton per tahun CO2 yang ditambahkan ke udara akibat perubahan tanah yang berhubungan dengan peternakan.
  7. 4,6% Air bersih di dunia yang digunakan untuk ternak. (Lester R. Brown, ”Plan B.30 – Mobilizing to Save Civilization”, The Earth Policy Institute, 2008.)
  8. 260 tahun Waktu habisnya persediaan minyak fosil dunia bila semua orang bervegetarian. Jika seluruh manusia makan daging, dalam 13 tahun minyak fosil dunia habis. (www.eatveg.com ; 30/8/8)
  9. 125 ton/detik Berat kotoran seluruh ternak di Amerika. Bandingkan dengan 6 ton/detik feses yang dihasilkan oleh seluruh penduduk Amerika. (www.eatveg.com ; 30/8/8)


APA PENYEBAB UTAMA PEMANASAN GLOBAL??

Ada banyak cara yang harus diketahui untuk mengurangi emisi karbon dioksida, yaitu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil; menggunakan energi terbarukan seperti energi surya atau angin; mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang barang-barang keperluan sehari-hari; mengendarai mobil berbahan bakar efisien atau yang menggunakan energi alternatif; menggunakan alat-alat elektronik yang hemat energi, dan lain-lain. Namun cara yang paling cepat untuk menghentikan pemanasan global adalah menjalani diet vegetarian!

Selasa, 04 November 2014

Langen Beksan Tayub



Tarian khas kota Tulungagung meliputi tarian khas tradisional antara lain Langen Tayub. Tari Langen Beksan Tayub ini terdiri dari beberapa Waranggana(penari sekaligus penyanyi), Pramugari(piƱata acara), seperangkat gamelan lengkapbniyaga(pemusik gamelan), dan penari pria.
Biasanya dimainkan dalam acara pernikahan atau sunatan. Kadang juga pada peresmian bagunan atau syukuran.

Di Tulungagung terdapat kelompok langen beksan tayub bernama Paguyuban Tayub Tulungagung disingkat Guyub Agung.Paguyuban ini yang menata dan membina para penari penari tayub agar lebih sopan dan berbudaya.Karena tidak jarang saat menari ada beberapa orang dalam keadaan mabuk minuman keras.Bahkan sempat berteriak-teriak didalam terop sehingga mengganggu jalannya langen beksan tayub.Kostum atau pakaian yang digunakan Waranggana yaitu kebayak buka dada dan Pramugari memakai pakaian adat Jawa,begitu pula para Niyaga.Sedangkan pakaian penari tamu(pria) pakaian yang bebas dan sopan.

Reog Kendang




Reog kendang Tulungagung merupakan gubahan tari rakyat, menggambarkan arak-arakan prajurit Kedhirilaya tatkala mengiringi pengantin "Ratu Kilisuci" ke Gunung Kelud, untuk menyaksikan dari dekat hasil pekerjaan Jathasura, sudahkah memenuhi persyaratan pasang-girinya atau belum. Dalam gubahan Tari Reyog ini barisan prajurit yang berarak diwakili oleh enam orang penari.
Yang ingin dikisahkan dalam tarian tersebut ialah, betapa sulit perjalanan yang harus mereka tempuh, betapa berat beban perbekalan yang mereka bawa, sampai terbungkuk-bungkuk, terseok-seok, menuruni lembah-lembah yang curam, menaiki gunung-gunung, bagaimana mereka mengelilingi kawah seraya melihat melongok-longok ke dalam, kepanikan mereka, ketika "Sang Puteri" terjatuh masuk kawah, disusul kemudian dengan pelemparan batu dan tanah yang mengurug kawah tersebut, sehingga Jathasura yang terjun menolong "Sang Puteri" tewas terkubur dalam kawah, akhirnya kegembiraan oleh kemenangan yang mereka capai.
Semua adegan itu mereka lakukan melalui simbol-simbol gerak tari yang ekspresif mempesona, yang banyak menggunakan langkah-langkah kaki yang serempak dalam berbagai variasi, gerakan-gerakan lambung badan, pundak, leher dan kepala, disertai mimik yang serius, sedang kedua tangannya sibuk mengerjakan dhogdhog atau tamtam yang mereka gendong dengan mengikatnya dengan sampur yang menyilang melalui pundak kanan. Tangan kiri menahan dhogdhog, tangan kanannya memukul-mukul dhogdhog tersebut membuat irama yang dikehendaki, meningkahi gerak tari dalam tempo kadang-kadang cepat, kadang-kadang lambat. Demikian kaya simbol-simbol yang mereka ungkapkan lewat tari mereka yang penuh dengan ragam variasi, dalam iringan gamelan yang monoton magis, dengan lengkingan selompretnya yang membawakan melodi terus-menerus tanpa putus, benar-benar memukau penonton, seakan-akan berada di bawah hipnose.

Tari Tiban



Tari Tiban merupakan tari rakyat yang sudah mengakar dan berkembang dimasyarakat Tulungagung pada umumnya. Tarian ini dipergelarkan pada saat musim kemarau panjang, karena pada dasarnya tarian ini merupakan sarana untuk minta hujan. Pada saat yang telah ditentukan, mereka berkumpul disuatu tempat, mereka dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing dipimpin oleh 1 orang yang bertindak sebagai wasit permainan yang disebut landang/plandang. Dengan iringan musik tradisi yang terdiri dari : kendang 1 buah, kentongan 1 buah dan gambang laras slendro 1 buah, satu persatu memasuki arena, mereka mulai mengadu ketrampilan bahkan kesaktian. Sambil menari-nari dengan gaya khasnya, dalam waktu yang ditentukan penari silang menyambuk dengan hitungan yang sama. Adapun caambuk yang digunakan terbuat dari Lidi pohon enau/aren yang lazim disebut ujung.
Permainan terus berlanjut sampai sore hari, bagi yang merasa kalah akan digantikan oleh anggota kelompok berikutnya, dan pada akhirnya pertunjukan apabila Tuhan berkenan pasti akan turun hujan seperti yang diharapkan. Tari Tiban jarang sekali dipergelarkan dirumah penduduk yang sedang hajatan, hanya dipergelarkan dalam acara yang bersifat umum saja. Ada makna-makna yang bersembunyi di sini. Bagi otak modern saat ini, tak ada artinya Tari Tiban, malah terlihat seperti adu kekerasan. Jelas, nenek moyang kita tidak sebodoh dan sejahat manusia modern sekarang, buktinya, mereka tidak menggunduli hutan, tidak bunuh-bunuh dengan plastik. Rasakan lah nilainya. Kebenaran data tak sepenting maknanya.

Makna. Ya, makna dari tarian. Makna dari pecut lucut cambuk sesama, bukan pecutnya, bukan pula lucutnya, tapi nadanya, nada-nada purba, pesan-pesan purba. Sportifitas, habis pulang lupa dendam, tak ada lawan, semua kawan. Kawan berkawan dengan ruh-ruh kakek nenek.

Upacara Ulur-Ulur





Di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungangung, yakni di dukuh Buret terdapat bekas peninggalan sejarah yang berupa telaga. Telaga tersebut dimanfaatkan oleh warga sejumlah 4 desa, yauitu desa Sawo, desa Gedangan, desa Gamping, dan desa Ngentrong untuk pengairan 4 desa tersebut. Telaga tersebut berupa sumur dengan garis tengah kurang lebih 75 meter dan di sebut telaga Buret. Penduduk dari 4 desa tersebut sangat kental mempercayai nilai-nilai magis telaga tersebut.

Ulur-ulur merupakan upacara adat yang diselenggarakan di telaga Buret setiap tahun pada hari Jum'at Legi bulan Suro.

Kegiatan pokok adalah memandikan arca Dewi Sri Sedono dan tabur bunga di telaga Buret petilasan Eyang Jigang Joyo dalam mitos sebagi seorang tokoh perintis pemanfaatan air telaga Buret untuk pertanian di Desa Sawo, Gedangan, Ngentrong, dan Gamping. Pada upacara tersebut ada kegiatan "Nglampet" yaitu membendung air telaga yang dilaksanakan dengan gotong royong. Cultur ini masih melekat di masyarakat Sawo dan sekitarnya masih sekarang berupa kegiatan gugur gunung dan bersih desa.
                                                                             

Upacara Siraman Pusaka Kyai Upas


Kanjeng Kyai Upas adalah pusaka yang berbentuk tombak yang panjang bilahnya 35 cm, dan panjang landheyan atau tangkainya 5 meter. Pada pangkal bilahnya ada tulisan berwarna emas dari bahan emas dengan huruf  Arab yang berbunyi “Allah”. Kanjeng Kyai Upas diberi lurup atau ditutup berlapis-lapis dengan kain cindhe.
Menurut legenda dan kepercayaan masyarakat pendukungnya, dinyatakan bahwa bilah Kanjeng Kyai Upas berasal dari lidah seekor ular naga dan landheyannya berasal dari badan seekor ular naga yang bernama Baru Klinthing. Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas ini berasal dari Mataram yang dibawa Oleh Raden Mas Tumenggung Pringgodiningrat, putra dari Pangeran Noyokusumo di Pekalongan yang menjadi menantu Sultan Hamengku Buwono II, ketika beliau menjadi Bupati Ngrowo yang sekarang dikenal dengan Tulungagung.

Pusaka Kanjeng Kyai Upas dipelihara dengan baik oleh Bupati Ngrowo atau Tulungagung Raden Mas Pringgo Kusumo secara adat dan turun temurun. Pusaka ini sumare atau ditempatkan di Gedhong Pusaka di Dalem Kanjengan Kepatihan Kecamatan Kota Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Setiap hari Kamis  oleh Kyai Emban diberi sesaji dan diberi lampu cuplak dengan minyak jarak dan sambil membakar kemenyan. Pada saat ini yang memelihara pusaka tersebut Bapak Raden Mas Indronoto, salah satu keturunan keluarga Raden Mas Pringgo Kusumo.
Tujuan upacara adat siraman pusaka tombak Kanjeng Kyai Upas adalah untuk pemeliharaan secara tradisional, sehingga diharapkan dengan pemeliharaan ini pusaka tombak Kyai Upas akan tetap ampuh, tidak rusak dapat melindungi masyarakat pendukungnya akan adanya gangguan atau bencana yang akan menimpanya. Secara logika sekarang bahwa dengan siraman itu pusaka akan terpelihara tidak berkarat, tidak rusak, karena dibersihkan dan diolesi dengan warangan yang merupakan racun yang dapat mematikan bakteri perusak.
Upacara adat Siraman Pusaka Kanjeng Kyai Upas di Tulungangung dilaksanakan setiap tahun sekali, yaitu bertepatan pada hari Jumat  antara tanggal 11 sampai 20 bulan Sura. Puncak upacara dilaksanakan pada hari Jumat dengan mengambil waktu pukul 09.00 – 11.00 atau sebelum sholat Jumat..
Tempat pelaksanaan siraman Kanjeng Kyai Upas di Dalem Kanjengan, Kepatihan, Kecamatan Kota  Tulungagung. Di tempat ini pusaka tombak Kanjeng Kyai Upas sumare ‘disimpan’.

Senin, 13 Oktober 2014

SOAL-SOAL PLH UJIAN SEKOLAH KELAS 6


1.      Di bawah ini adalah perwujudan sikap menghormati budaya daerah lain kecuali…
a.      Tidak menonjolkan budaya daerah sendiri
b.      Tidak menjelek-jelekkan budaya daerah lain
c.       Mempertontonkan budaya daerah lain di luar negeri
d.      Mau menikmati pertunjukan budaya daerah lain
2.      Yang termasuk manfaat tanah di perkotaan adalah untuk…
a.      Pertanian
b.      Perkebunan
c.       Perindustrian
d.      Perikanan
3.      Hasil hutan yang bisa dimanfaatkan untuk produksi ban kendaraan bermotor adalah…
a.      Kayu
b.      Karet
c.       Rotan
d.      Akar-akaran
4.      Sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos adalah sampah…
a.      Plastik
b.      Kertas
c.       Kaleng
d.      Daun
5.      Untuk menghemat solar kita menggunakan minyak olahan yang berasal dari…
a.      Biji jarak
b.      Ketela
c.       Apel
d.      Kotoran hewan
6.      Para petani memanfaatkan air sungai untuk…
a.      Mengairi sawah
b.      Mencuci baju
c.       Mencuci gabah
d.      Pembangkit listrik
7.      Kendaraan bermotor mengeluarkan asap yang mengandung zat pencemar yang berbahaya bagi kesehatan manusia, yakni…
a.      Karbon dioksida
b.      Karbon monoksida
c.       Karbohidrat
d.      Alcohol

Rabu, 27 Agustus 2014

EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN




Ekosistem dan Lingkungan

KESEIMBANGAN EKOSISTEM



KESEIMBANGAN EKOSISTEM

A. Pengertian Keseimbangan Ekosistem


         Ekosistem adalah hubungan saling mempengaruhi (timbal balik) antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dibentuk oleh komponen-komponen makhluk hidup (biotik) dan makhluk tidak hidup (abiotik).

Komponen biotik terdiri dari manusia, hewan dan tumbuhan. Komponen biotik dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu:
1. Produsen, disebut organisme autotrof. Artinya organisme yang mampu menghasilkan makananya sendiri. Yang termasuk organisme autotrof adalah tumbuhan hijau, karena mampu melakukan fotosintesis.
2. Konsumen, disebut organisme heterotrof. Artinya organisme yang tidak mampu menghasilkan sendiri makanan di dalam tubuhnya. Mereka mendapatkan zat-zat organik yang telah dibentuk oleh produsen, atau dari konsumen lain yang menjadi mangsanya. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah hewan dan manusia.
3. Dekomposer, yaitu organisme yang mampu menguraikan zat-zat organik dari bangkai yang telah mati. Contohnya adalah bakteri, jamur dan mikroba.


Komponen abiotik adalah semua faktor penyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda mati, antara lain : cahaya matahari, suhu, oksigen, air, tanah dan dsb. Cahaya matahari merupakan sumber energi dari semua organisme yang ada.
Dalam sebuah ekosistem terdapat satuan-satuan makhluk hidup, meliputi:
1. Individu, yaitu satuan terkecil dari makhluk hidup atau disebut juga satuan makhluk hidup tunggal.
2. Populasi, yaitu kelompok makhluk hidup yang sejenis dan menempati daerah tertentu.
3. Komunitas, yaitu sekumpulan populasi yang mendiami wilayah tertentu.
4. Ekosistem, yaitu hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
5. Bioma, yaitu kumpulan dari ekosistem dalam suatu wilayah tertentu. Contoh : gurun, padang rumput, savana dan steva.
6. Biosfer, yaitu semua ekosistem yang ada di permukaan bumi.


Dalam ekosistem pasti terdapat interaksi atau hubungan timbal balik antara komponen yang satu dengan yang lain. Interaksi yang terjadi bisa berupa interaksi yang saling menguntungkan, merugikan, atau tidak berpengaruh terhadap satu dengan yang lainnya. Jenis-jenis interaksi tersebut antara lain:
a. Simbiosis, terbagi menjadi tiga jenis : mutualisme (saling menguntungkan) , parasitisme (saling merugikan), komensalisme (yang satu diuntungkan yang lain tidak dirugikan).
b. Kompetisi, yaitu saling bersaing untuk mempertahankan hidup. Contoh : padi dengan gulma.
c. Netralisme, yaitu interaksi antar individu yang saling lepas atau tidak saling mempengaruhi. Contoh : kambing dengan kucing.
d. Predatorisme, yaitu interaksi antar organisme yang satu memakan yang lain. Contoh : harimau memakan rusa.