Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2018

CERPEN


Hakuna Matata
Oleh: Lutfita Vionna A. G.

Kokok ayam yang berasal dari pekarangan rumah cukup untuk memecah kesunyian, suaranya sampai ke telingaku yang masih saja menggeliat malas di atas tempat tidur. Selang beberapa menit, bunyi tangga yang berderit menandakan bunda menuju ke lantai atas, lantai kamarku. Bunda memang selalu mengetuk pelan pintu kamarku untuk memastikan aku telah bangun, lalu jika aku sudah menyahut dengan suara “Hmm,” maka beliau akan kembali lagi ke dapur untuk memasak sarapan. Kebiasaan seperti itu telah berlangsung dari aku masih kecil hingga diriku yang sudah menginjak kelas 3 SMA seperti sekarang.

MATERI PIDATO


A.        Pengertian Pidato
Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.
Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara.
 Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria yaitu:
           Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
           Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
           Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
           Isinya benar, objektif, dan jelas.
           Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
           Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.

MENGANALISIS CERPEN ANAK



Tiga Cacing
Di suatu halaman rumah seorang saudagar kaya hiduplah tiga ekor cacing.
Cacing-cacing tersebut mendengar sebuah kabar bahwa sang pemilik rumah akan memelihara ayam. Mendengar kabar itu ketiga cacing bagaikan tersambar petir disiang bolong. Tiga cacing itu segera menggali lubang sedalam mungkin agar ayam sang pemilik rumah tak memakannya. Cacing pertama menggali lubang sedalam 5 cm, sedangkan cacing kedua menggali lubang sedalam 7 cm, dan cacing ketiga menggali lubang sedalam 60 cm.
Saat raja siang bersinar terang, para cacing sudah mulai tegang. Tuan rumah pulang dari membeli ayam di pasar burung, lalu melepas ayam-ayam itu di halaman. Dengan secepat kilat, para cacing segera masuk ke dalam lubang yang mereka buat masing-masing. Ayam milik tuan rumah pun segera menggali tanah di sekitarnya.

TEKS EKSPLANASI TANAH LONGSOR DAN STRUKTUR

No
Struktur
Teks
1
Pernyataan umum
Tanah longsor merupakan peristiwa terjadinya pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah yang terlepas dari bagian utama gunung atau bukit. Tanah longsor umumnya terjadi di kawasan pegunungan. Tanah longsor memiliki beberapa jenis longsoran, diantaranya : longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan.
2
Urutan sebab-akibat 1
Tanah longsor yang terjadi di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah bermula sejak Kamis 24 Maret 2016 pukul 18.00  hingga Jumat 25 Maret 2016 pukul 01.30 dini hari. Longsor terjadi akibat hujan deras selama 3 hari berturut-turut menyebabkan terus terjadinya pergerakan tanah, serta akibat dari jenis tanah lempung yang tidak menyerap air akan memicu gerakan air yang semakin cepat.
3
Urutan sebab-akibat 2
Tanah longsor terjadi pada area yang cukup luas, yaitu pada luas 5 hektar, dengan tanah yang bergerak sejauh 1,2 kilometer. Jenis longsoran adalah longsoran merayap yang bergerak secara perlahan-lahan. Kondisi geologi dan topografi di tempat ini, secara alamiah memang mudah terjadi longsor. Sehingga gerakan longsor kembali terjadi dipagi pukul 06.00.
4
Urutan sebab-akibat 3
Gerakan tanah longsor menyebabkan kerusakan rumah warga, sebanyak 9 rumah mengalami rusak berat, 3 rusak sedang, 2 rusak ringan sedangkan 29 unit rumah terancam gerakan tanah. Tidak ada korban namun longsor secara perlahan tersebut memaksa sebanyak 230 warga Clapar mengungsi. Beberapa diantaranya ibu hamil, bayi, balita, dan penduduk usia lanjut. Gabungan yang terdiri atas BPBD Banjarnegara, Kodim 0704/Banjarnegara, Polres Banjarnegara, Pemerintah Kecamatan Madukara, Banser, Tagana, PMI, Bela Negara, dan masyarakat lainnya membantu proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Tim gabungan juga bekerja bakti menyingkirkan material longsoran, membuka dapur umum, membuka posko pengungsian, dan pengamanan lokasi. Pengungsi ditempatkan di pengungsian yang disiapkan di beberapa rumah warga yakni di RT 3, 4, 5, RW 1 dan ditempatkan pula di pengungsian di SD 2 Clapar Madukara.
5
Urutan sebab-akibat 4
Selain merusak rumah warga, pergerakan tanah itu memutus jaringan listrik serta memutus total jalan utama Kabupaten Banjarnegara – Pagentan yang melewati Madukara sehingga kendaraan harus berputar melalui Karangkobar.
6
Kesimpulan
Tanah longsor merupakan peristiwa terjadinya pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah yang terlepas dari bagian utama gunung atau bukit. Sebelum terjadi tanah longsor biasanya terjadi retakan yang sejajar dengan kemiringan lereng, adanya hujan berkepanjangan dan suara bebatuan mulai berjatuhan dari lereng, serta munculnya mata air baru secara tiba – tiba. Terjadinya tanah longsor menyebabkan kerugian seperti rusaknya rumah, lahan, dan vegetasi tumbuhan bahkan jatuhnya korban jiwa. Tanah longsor dapat dicegah dengan cara reboisasi, pembuatan terasiring, dan tidak membuang sampah sembarangan.

CONTOH PROPOSAL PERINGATAN HARI PAHLAWAN


PROPOSAL PELAKSANAAN PERINGATAN HARI PAHLAWAN
 SMA NEGERI 1 KEDUNGWARU
I.                   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
10 November kita pasti memperingati hari pahlawan. Hari pahlawan merupakan hari dimana seluruh bangsa Indonesia memperingati dan menghargai jasa para pahlawan. Pada hari itu, tergambar dengan jelas betapa besar jasa para pahlawan dalam memperjuangkan sebuah negara yang merdeka dari penjajah dan bangsa Indonesia mampu hidup dengan damai serta sejahtera. Mereka berjuang melawan penjajah sampai titik darah penghabisan.
          Oleh karena itu, semua bangsa Indonesia khususnya para generasi muda perlu memperingati hari pahlawan untuk mengenang jasa para pahlawan. Sehingga semua generasi muda dapat meneruskan perjuangan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari yaitu belajar dengan giat. Inilah upaya-upaya yang dapat membangun karakter siswa-siswi yang tangguh agar bangsa ini sama besar dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Menumbuh kembangkan karakter bangsa yang besar hanya dapat terlaksana bila semangat kepahlawanan telah menyatu dalam jiwa setiap siswa-siswi SMA Negeri 1 Kedungwaru. Oleh karena itu, kami bermaksud mengadakan perlombaan memperingati hari pahlawan ini.
B.     Tujuan Kegiatan
1.      Mengajak seluruh siswa SMA Negeri 1 Kedungwaru untuk mengingat jasa para pahlawan
2.      Menumbuhkembangkan karakter bangsa yang besar dengan spirit kepahlawanan disetiap diri siswa siswi SMA Negeri 1 Kedungwaru
3.      Meningkatkan persatuan dan kesatuan warga sekolah SMA Negeri 1 Kedungwaru
4.      Meningkatkan kreativitas dan kreasi para siswa SMA Negeri 1 Kedungwaru
5.      Tertanamnya nilai-nilai kepahlawanan dalam bentuk semangat pantang menyerah, menjunjung tinggi nilai solidaritas serta sportivitas siswa SMA Negeri 1 Kedungwaru

CONTOH PROPOSAL BULAN BAHASA


I.                    PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Bulan Bahasa, merupakan sebuah peringatan yang diadakan satu kali dalam setahun. Peringatan ini sebenarnya berakitan dengan sumpah pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 silam. Hal ini sesuai dengan isi Sumpah Pemuda yaitu Bahasa Indonesia sebagai Bahasa persatuan atau Bahasa nasional.
Oleh karena itu, dalam rangka memperingatinya OSIS SMA NEGERI 1 KEDUNGWARU hendak menyelenggarakan lomba Literasi dan musikalisasi puisi untuk pelajar SMP/MTS Sederajat di Kabupaten Tulungagung.


B.     Tujuan
-          Meningkatkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia
-          Meningkatkan kemampuan atau penguasaan terhadap Bahasa Indonesia dengan baik dan benar
-          Memacu tingkat kompetisi antar pelajar SMP/Mts Sederajat dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar

II.                 ISI PROPOSAL
A.     Tema
Dalam kegiatan kali ini tema yang akan kami angkat adalah “Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mencerminkan Kepribadian Bangsa”


B.     Macam-macam Kegiatan
Adapun kegiatan yang akan kami laksanakan adalah :
1.      Lomba Literasi
2.      Lomba Musikalisasi Puisi


C.     Peserta
Peserta yang dapat mengikuti Peringatan Bulan Bahasa ini adalah siswa SMP/MTs se-derajat di Kabupaten Tulungagung, dengan syarat setiap sekolah mengirim satu perwakilan untuk lomba Literasi  dan 5 orang yang berupa satu tim untuk Lomba Musikalisasi.


D.     Waktu dan Tempat Pelaksanaan
1.      Lomba Literasi
Hari/Tanggal           : Minggu/6 November 2016
Waktu                    : 09.00 WIB - 12.00 WIB
Tempat                   : Ruang Multimedia SMA NEGERI 1 KEDUNGWARU

2.      Lomba Musikalisasi Puisi
Tanggal                  : Minggu/6 November 2016
Waktu                    : 09.00 WIB – 12.00 WIB
Tempat                   : Laboratorium Seni Budaya dan Film SMA NEGERI 1 KEDUNGWARU

III.               SUSUNAN ACARA
Terlampir


IV.              SUSUNAN KEPANITIAAN
Ketua Panitia                      : Brahmasta Kana Buana
Wakil Ketua Panitia            : Nur Anisak Mutohar
Sekretaris                           : Alvina Zulfa Ulinnuha
Bendahara                          : Muhammad Robeth Riza Pahlevi
Koor Sie Acara                  : Raihan Aldhira Pristayuna
Koor Sie Perlengkapan       : Niccolas Troy Putra Heriyanto
Koor Sie Keamanan           : Sih Agung Lumadya
Koor Sie Konsumsi            : Debora Natalia


Sepatu untuk Milea



Anak perempuan dengan warna seragam yang mulai memudar itu melangkah pelan. Rambutnya yang dikuncir kuda bergoyang-goyang mengikuti irama langkah kakinya. Tas bergambar Barbie yang sudah usang tersampir dipundaknya.
            Milea, anak perempuan itu, melompati sebuah kubangan air. Kemarin hujan turun sangat deras, membuat jalanan sepanjang gang sempit itu becek dan penuh kubangan berisi air berwarna coklat. Sekali lagi, Milea melompati kubangan, sandal lusuh yang ia gunakan, kini telah penuh lumpur. Milea bersekolah menggunakan sandal jepit. Ia telah mendapat teguran beberapa kali oleh Bu Guru, tapi tetap saja Milea datang dengan menggunakan sandal jepit keesokan harinya. Bukannya Milea tidak mendengarkan perkataan Bu Guru, tapi uang ayah tidak pernah cukup untuk membeli sepasang sepatu hitam bekas.
            Waktu sudah menunjukkan jam 12 siang, saatnya anak-anak Sekolah Dasar kembali ke rumah masing-masing. Termasuk Milea, gadis yang duduk di kelas empat itu baru saja pulang dari sekolahnya. Melewati gang sempit yang berbau pesing sudah menjadi kebiasaan Milea. Ia akan mampir ke warung Bi Eem terlebih dahulu, untuk mengambil hasil jualannya yang ia titipkan.
“Bi Eem, ini Milea!” seru anak perempuan itu sambil meloncat-loncat berusaha mengintip apa yang ada dibalik etalase.
Tak berapa lama, terdengar suara sahutan dari dalam. “Oh, Milea, ya? Jualanmu tadi cuma terjual sepuluh, kata orang-orang mereka bosan sama jajanan yang kamu jual.”
 Bi Eem menyerahkan uang kepada Milea tanpa mempedulikan perasaan gadis cilik itu. “Juga, warung saya sepertinya sudah mulai penuh deh, jadi sementara waktu jajananmu enggak bisa dititipin ke saya.”

DRAMA 5 ORANG


Motivasi
Alur: Pendek
Jumlah Pemeran: 5 Orang
Tokoh:
Ayu: Mengeluh karena nilai sekolahnya buruk
Nurma: Mengeluh karena nilai sekolahnya buruk
Gysta: Motivator 1
Ussy: Motivator 2
Ajeng: Wali Kelas
Naskah Drama
            Pekan UTS sudah dimulai. SMA Impian Kita mengadakan UTS hari ini. Suasana ruang ujian terlihat sangat menegangkan. Seorang guru sedang membagikan soal ujian.
Ayu : “Bu saya belum dapat soal”
Ajeng  : “ Loh kok diam saja, bentar saya cari” (mencarikan soal)
(Ayu maju mengambil soal)
            1 jam kemudian mereka mengumpulkan jawaban ujian mereka.
(Berdiskusi mengenai jawaban ulangan mereka tadi)
Siang hari suasana SMA Impian Kita terlihat gaduh. Para siswa mengeluh akan hasil Ulangan Tengah Semester yang baru saja dibagikan oleh wali kelas.
(membagikan hasil uts)

RESENSI BUKU NON-FIKSI


Terampil Budi Daya Anggrek Vanda

Judul                                      : Budi Daya Anggrek Vanda
Penyusun                               : Dyah Widiastoety Darmono
Desain Sampul                       : Anggoro & Dyah Widiastoety Darmono
Ilustrator                                : Fahrul Lutfie Ragunan
Penerbit                                  : Penebar Swadaya
Tebal                                      : iv + 76 hlm; ilus 23cm
Tahun Terbit                         : 2005
Kota Terbit                            : Jakarta
ISBN                                       : 979-489-891-0

RESENSI BUKU FIKSI (KUMPULAN PUISI CHAIRIL ANWAR)


Kisah Hidup Chairil Anwar, Si Binatang Jalang
Judul                                      : Aku Ini Binatang Jalang
Pengarang                              : Chairil Anwar
Penerbit                                  : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul                       : Nono S.
Tahun Terbit                         : 2004
Jumlah Halaman                   : 111
ISBN                                       : 978-979-22-7277-2
Ulasan Isi Buku
Buku kumpulan puisi berjudul “Aku ini Binatang Jalang” yang dikarang oleh Chairil Anwar ini merupakan kumpulan puisi sejak tahun 1942 sampai tahun 1949 dengan 80 puisi beserta 2 puisi saduran. Pada tahun 1942, Chairil Anwar memulai dengan puisinya yang berjudul “Nisan” dan yang terakhir pada tahun 1949, Chairil Anwar mengakhiri buku kumpulan puisinya dengan puisi yang berjudul “Aku Berada Kembali”. Namun adapula catatan kecil dari editor yang terdapat pada halaman ix, di halaman tersebut editor  mengulas tentang berbagai karya Chairil Anwar yang memiliki banyak versi. Puisi - puisi yang memiliki banyak versi tersebut antara lain dalam puisi berjudul “Aku” dan “Sajak Putih.”
Dalam menyusun buku ini, editor menyusun puisi – puisinya secara kronologis. Selain itu, dalam buku ini editor juga menambahkan dua buah sajak saduran yang ada pada halaman 107 – 108 dan juga memuat surat – surat pendek Chairil kepada Jassin yang dimuat secara lengkap pada halaman 111 yang inti dari surat-suratnya adalah kemauan Chairil untuk totalitas dalam berkarya sebagai seniman.  Kemudian buku ini ditutup dengan bibliografi mengenai Chairil Anwar dan karyanya serta biografi Chairil Anwar.

SYC 2017 – Ajang Kreativitas Anak Muda





TULUNGAGUNG, Santika.com
- Kreativitas tanpa batas, mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan Smariduta Youth Carnival (SYC) 2017. Acara tahunan yang sukses diadakan oleh OSIS Smariduta ini digelar pada hari Jumat sampai Minggu tepatnya tanggal 29 September sampai 1 Oktober 2017. Bertempat di lapangan basket SMAN 1 Kedungwaru, acara yang mengusung tema Turn The Light On ini dapat memberikan wadah bagi anak muda untuk melatih kemampuan kewirausahaan dan kreativitas. Untuk dapat menikmati acara ini dikenakan HTM yang cukup terjangkau yaitu Rp6.000,00 pada hari Jumat dan Sabtu serta Rp8.000,00 pada hari Minggu. Acara terdiri dari cafessta (Cafe OSIS Smariduta), lomba film pendek, dan festival band.

Pada hari Jumat dan Sabtu acara dibuka pukul 17.00 - 21.00 WIB. Acara dimulai dengan cafessta OZ54 dan penampilan akustik dari siswa – siswi Padepokan 54. Juga ada beberapa komunitas di Tulungagung yang ikut memeriahkan acara bergengsi ini. Seperti Komunitas Instameet, Komunitas Burung Hantu Tulungagung, Komunitas Cosplay Tulungagung Daisuki, Komunitas Tulungagung Skateboard, dan terakhir Komunitas Senyum Sahabat. Dekorasi yang dihadirkan menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Kamis, 08 September 2016

CONTOH CERPEN SESUAI DENGAN STRUKTUR

Tiga Cacing

Di suatu halaman rumah seorang saudagar kaya hiduplah tiga ekor cacing.

Cacing-cacing tersebut mendengar sebuah kabar bahwa sang pemilik rumah akan memelihara ayam. Mendengar kabar itu ketiga cacing bagaikan tersambar petir disiang bolong. Tiga cacing itu segera menggali lubang sedalam mungkin agar ayam sang pemilik rumah tak memakannya. Cacing pertama menggali lubang sedalam 5 cm, sedangkan cacing kedua menggali lubang sedalam 7 cm, dan cacing ketiga menggali lubang sedalam 60 cm.

Saat raja siang bersinar terang, para cacing sudah mulai tegang. Tuan rumah pulang dari membeli ayam di pasar burung, lalu melepas ayam-ayam itu di halaman. Dengan secepat kilat, para cacing segera masuk ke dalam lubang yang mereka buat masing-masing. Ayam milik tuan rumah pun segera menggali tanah di sekitarnya.

Ternyata ayam tersebut bisa menemukan lubang milik cacing pertama dengan mudah bagaikan mencari air dimusim hujan, “Hei Cacing, keluarlah kau dari persembunyianmu tok, petok, petokk,” ucap si ayam. Cacing pertama mulai cemas karena ayam mulai menggali lubang milik cacing pertama. Cacing pertama pun segera menggali tanah menuju lubang cacing kedua. Ternyata ayam melihat hal tersebut, ia pun segera mengikuti cacing pertama menuju lubang cacing kedua. Ayam menemukan lubang milik cacing kedua yang kedalamannya hanya 7 cm. “Haha, aku menemukan lubangmu cacing, jangan kau kira dapat lari dariku, tok, petok, petok,” kata ayam sambil menggali-gali lubang milik cacing kedua. Ayam pun menemukan keberadaan kedua cacing sekaligus.

Rabu, 11 Maret 2015

Unsur Puisi

1. Unsur Batin/isi
    -Nada
    -Citraan
    -Rasa
    -Tema
    -Amanat
2. Unsur Lahir/Struktur
   -Irama:tinggi rendah nada
   -Rima:persamaan bunyi akhir
   -Diksi:pilihan kata
   -Majas:kalimat indah
   -Tipografi:tata wajah

Senin, 23 Februari 2015

KARYA ILMIAH

1 Pengertian Karya Ilmiah
Tulisan yang dibuat berdasarkan pola pikir ilmiah. Ciri khas karya ilmiah analisisnya menggunakan teori–teori ilmiah yang sudah ada dalam buku atau refensi.
Contoh karya ilmiah: makalah ilmiah, artikel ilmiah, laporan penelitian ilmiah

2 Kerangka Karya Ilmiah
Kerangka Makalah
BAGIAN AWAL
-Cover
-Halaman judul
-Halaman pengesahan
-Halaman persembahan
-Kata Pengantar
-Daftar Isi
-Daftar Gambar, tabel, Grafik

Senin, 26 Januari 2015

Membuat Slogan dan Poster secara Kreatif dan Menarik untuk Ditampilkan

  Untuk menghasilkan slogan dan poster yang menarik, diperlukan kreativitas yang baik. Setiap penyusunan atau pembuatan poster, ada hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. objek poster yang akan dibuat
  2. ide yang akan disampaikan
  3. pilihan kata yang tepat
  4. kalimat yang persuasif
  5. pemakaian kata-kata yang efektif, sugestif, dan mudah diingat
  6. huruf-hurufnya cukup besar sehingga mudah dibaca
  7. kalimatnya mengandung suasana keakraban
  8. menggunakan variasi bentuk dan variasi warna yang menarik

Senin, 24 November 2014

Peribahasa Indonesia (3)

1.Dangkal telah berseberangan, dalam telah keajukan. Telah diketahui benar bagaimana isi hatinya (perangainya).
2.Belum diajun ‘lah tertarung. Baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapatkan halangan.
3.Belum diajun sudah tertarung. Baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapatkan halangan.
4.Muda diajun kikir diperbuat. Orang yang mau bersuka ria, tetapi enggan mengeluarkan biaya.
5.Bak ajung berat sebelah. Pertimbangan atau keputusan yang tidak adil.
6.Dari ajung turun ke sampan. Mengundurkan diri dalam suatu jabatan.
7.Berakal ke lutut, berontak ke empu kaki. Bertindak semuanya sendiri tanpa menghiraukan orang lain.
8.Lubuk akal tepian budi. Orang pintar dan cerdik cendekia adalah tempat bertanya.
9.Akal akar berputar berpulas tak patah. Orang yang pandai tak akan mudah terkalahkan dalam perdebatan.
10.Akal sebenar akal. Cara berpikir dan bertindak yang benar.
11.Akal tidak sekali timbul. Tidak ada sesuatu yang sempurna.
12.Akal tidak sekali datang, pikiran tidak sekali timbul. Tiada sesuatu yang langsung sempurna.
13.Hidup berakal mati beriman. Dalam mengerjakan sesuatu hendaklah memakai pengetahuan dan menggunakan akal serta pikiran.
14.Bagai birah tak berakar. Kiasan terhadap orang yang loyo dan malas pembawaannya.
15.Bagai mencari belalang berakar. Perihal pekerjaan yang teramat sulit.
16.Akal akar berpulas tak patah. Orang yang pandai tak akan mudah terkalahkan dalam perdebatan.
17.Kian lama kian berakar. Makin lama makin berkuasa, makin lama makin kuat posisi atau keberadaannya.
18.Ke atas tak berpucuk, ke bawah tak berakar, ke tengah-tengah digirik kumbang. Periihal kutukan atau sumpah bagi yang tidak menepati janji, yaitu tidak selamat hidupnya bila melanggar janji tersebut.
19.Kalau pandai mencencang akar, mati lalu ke pucuknya. Bila pemimpinnya kalah, pengikutnya pun akan kalah juga.
20.Kalau pandai mencabut akar, layu sampai ke ujungnya. Membasmi kejahatan sampai tuntas hingga ke akar-akarnya.

Peribahasa Indonesia (2)

1.        Jelatang di hulu air. Perihal orang yang suka memfitnah atau mencari kerusuhan.
2.        Jatuh ke dalam air mata. Bersedih hati sendiri, tiada orang yang tahu.
3.        Membasuh muka dengan air liur. Perihal orang yang berusaha untuk memperbaiki kesalahannya dengan memperbesar dosanya.
4.        Memancing di air keruh. Menggunakan kesempatan dalam kesempitan.
5.        Mengairi sawah orang. Mengerjakan sesuatu yang menguntungkan orang lain.
6.        Mengadu air dengan garam. Perihal orang beristri dua, lebih mengasihi istri mudanya daripada istri tuanya, tetapi tidak ada bukti tentang kasih sayang padanya. Jadi, seperti garam itu akan hilang bila berada di dalam air.
7.        Menepuk air didulang. Membuka aib sendiri.
8.        Menanjakkan air ke bukit. Mengerjakan pekerjaan yang mustahil akan berhasil.
9.        Merajukkan air di ruang, hendak karam ditimba jua. Marah kepada orang yang kita kasihi, tetapi merasa tidak tega bila dia hendak susah atau celaka.
10.     Air beriak tanda tak dalam. Orang yang banyak bicara dan sombong biasanya tak berilmu.
11.     Air besar batu bersibak. Bila mendapatkan bahaya besar, orang akan mencari kaum, golongan, atau bangsanya.
12.     Air jernih ikannya banyak. Semua serba menyenangkan. Diibaratkan pada sebuah negeri yang rakyatnya makmur dan negerinya aman dan permai.
13.     Air laut itu ada pasang ada surut. Dalam kehidupan adakalanya susah adakalanya senang.
14.     Air mudik, semua teluk diranai. Orang yang boros, tidak pernah memperhitungkan apa yang dibelinya, apa yang kelihatan berguna atau kurang berguna pun dibelinya.
15.     Air orang disauk, ranting dipatah, adat orang diturut.
16.     Di manapun berada, hendaklah menuruti adat-istiadat dan kebiasaan yang berlaku di negeri tersebut.
17.     Air sama air kelak jadi satu, sampai itu ke tepi jua. Bila terjadi perselisihan antara orang bersaudara yang dicampuri oleh pihak ketiga, maka kelak orang yang bersaudara itu berbaikan kembali, sedangkan pihak ketiga hanya akan mendapat malu.
18.     Air susu dibalas air tuba. Kebaikan dibalas dengan kejahatan.
19.     Air tenang menghanyutkan. Orang yang pendiam biasanya memiliki banyak pengetahuan.
20.     Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam. Terlalu bersedih karena sesuatu yang sangat menyakitkan hati.